Selasa, 30 Desember 2008

Kasih seorang Ibu ( part 5 )

Setahun berlalu. Sang ibu telah pindah ke tempat lain,
mendapatkan kerja
yang lebih baik lagi. Sang anak telah sehat, walaupun tetap
menjalani
perawatan medis secara rutin setiap bulan.

Seperti biasa, sang anak ingat akan hari ulang tahun
ibunya.
Uang pun dapat ia peroleh dengan mudah, tanpa perlu
bersusah payah
mengumpulkannya. Maka, pada hari tsb, sepulang dari
sekolah, ia tidak
pulang ke rumah, ia segera naik bus menuju ke desa tempat
tinggal ibunya,
yang memakan waktu beberapa jam. Sang anak telah
mempersiapkan setangkai
bunga, sepucuk surat yang menyatakan ia setiap hari
merindukan ibu, sebuah
kartu ucapan selamat ulang tahun, dan nilai ujian yang
sangat bagus. Ia
akan memberikan semuanya untuk ibu.

Sang anak berlari riang gembira melewati gang-gang kecil
menuju rumahnya.
Tetapi ketika sampai di rumah, ia mendapati rumah ini telah
kosong.
Tetangga mengatakan ibunya telah pindah, dan tidak ada yang
tahu
kemana ibunya pergi. Sang anak tidak tahu harus berbuat
apa, ia duduk di
depan rumah tsb, menangis 'Ibu benar2 tidak
menginginkan saya lagi.'

Sementara itu, keluarga sang ayah begitu cemas, ketika sang
anak sudah
terlambat pulang ke rumah selama lebih dari 3 jam. Guru
sekolah mengatakan
semuanya sudah pulang. Semua tempat sudah dicari, tetapi
tidak ada kabar.

Mereka panik. Sang ayah menelpon ibunya, yang juga sangat
terkejut. Polisi
pun dihubungi untuk melaporkan anak hilang.
ketika sang ibu sedang berpikir keras, tiba2 ia teringat
sesuatu. Hari ini
adalah hari ulang tahunnya. Ia terlalu sibuk sampai
melupakannya. Anaknya
mungkin pulang ke rumah. Maka sang ayah dan sang ibu segera
naik mobil
menuju rumah tsb. Sayangnya, mereka hanya menemukan kartu
ulang tahun,
setangkai bunga, nilai ujian yang bagus, dan sepucuk surat
anaknya. Sang
ibu tidak mampu menahan tangisannya, saat membaca tulisan2
imut anaknya
dalam surat itu.

Hari mulai gelap. Mereka sibuk mencari di sekitar desa tsb,
tanpa
mendapatkan petunjuk apapun. Sang ibu semakin resah.
Kemudian sang ibu
membakar dupa, berlutut di hadapan altar Dewi Kuan Im,
sambil menangis ia
memohon agar bisa menemukan anaknya.

Seperti mendapat petunjuk, sang ibu tiba2 ingat bahwa ia
dan anaknya pernah
pergi ke sebuah kuil Kuan Im di desa tsb. Ibunya pernah
berkata, bahwa bila
kamu memerlukan pertolongan, mohonlah kepada Dewi Kuan Im
yang welas asih.
Dewi Kuan Im pasti akan menolongmu, jika niat kamu baik.

Ibunya memprediksikan bahwa anaknya mungkin pergi ke kuil
tsb untuk memohon
agar bisa bertemu dengan dirinya.

Benar saja, ternyata sang anak berada di sana . Tetapi ia
pingsan, demamnya
tinggi sekali. Sang ayah segera menggendong anaknya untuk
dilarikan ke
rumah sakit. Saat menuruni tangga kuil, sang ibu terjatuh
dari tangga, dan
berguling2 jatuh ke bawah....... ... ..

0 komentar:

Bersama kita maju


Program ini ditujukan bagi siapa saja yang saat ini membutuhkan bantuan dana untuk keperluan yang positif seperti :
Investasi membuka/mengembangkan usaha
Melunasi hutang
Biaya sekolah atau kuliah (Beasiswa), dalam dan luar negeri
Biaya riset ilmiah
Kegiatan sosial, termasuk LSM
dan sebagainya.

Headline: uang gratis dari internet
ISI: Hidup perlu perubahan, jgn jadi karyawan terus, bangunlah usaha yg paling memungkinkan anda ikuti melalui internet. Akan kami tunjukan caranya. Simple dan gratis? Hanya untuk yang serius ! Klik

1. Exvortex.com
2. Galesus.com
3. komisiGRATIS.com
4. 5fcc.com
5. Reviews16.com
6. Bagja.com

Salam

GOOD LUCK